← Kembali ke beranda

INOVASI KOTA

Gagasan & Terobosan Palangka Raya
Inovasi Kota
← Kembali ke daftar inovasi
Bukan Sekadar Berkunjung: Bagaimana 'Gerbek Si-Tajam' Jemput Bola Turunkan Stunting di Palangka Raya
Inovasi Kota

Bukan Sekadar Berkunjung: Bagaimana 'Gerbek Si-Tajam' Jemput Bola Turunkan Stunting di Palangka Raya

PALANGKA RAYA - Angka stunting di Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, masih tergolong tinggi — mencapai 26,9%, dengan target diturunkan ke 15,3% pada 2024. Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat kecamatan dan kelurahan ternyata belum cukup efektif untuk menekan angka ini. Dari situ, lahirlah inovasi bernama Gerbek Si-Tajam Chating, singkatan dari Gerakan Berkunjung Silaturahmi Satu Jam Cegah dan Atasi Stunting, yang diterapkan di Kecamatan Bukit Batu. Konsepnya sederhana namun personal: alih-alih menunggu keluarga datang ke layanan kesehatan, tim justru "menjemput bola" dengan mengunjungi langsung keluarga berisiko stunting. Data diperoleh dari Puskesmas (terkait ibu hamil dan pasca-melahirkan) dan KUA (terkait calon pengantin), lalu ditindaklanjuti melalui lima langkah: pendampingan keluarga berisiko, pendampingan calon pasangan usia subur, surveilans berkelanjutan, hingga audit kasus stunting bersama TPPS Kota. Program ini resmi ditetapkan sebagai Inovasi Pemerintah Kota Palangka Raya Tahun 2024 melalui Keputusan Wali Kota Nomor 188.45/244/2024. Dalam pelaksanaannya, keluarga yang anaknya mengalami stunting mendapat bantuan sembako dan makanan tambahan berprotein tinggi, pendampingan pola asuh dari ahli gizi, serta rekomendasi tindak lanjut sesuai akar masalah — misalnya jika penyebabnya adalah sanitasi buruk, tim akan mengusulkan bantuan ke Dinas PUPR. Sementara itu, ibu hamil, pengantin baru, dan ibu pasca-melahirkan dibekali edukasi pencegahan stunting sejak dini. Melalui pendekatan yang hangat dan berbasis silaturahmi ini, Gerbek Si-Tajam tidak hanya menurunkan prevalensi stunting, tetapi juga memperkuat kualitas kehidupan berkeluarga, akses layanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi — membuktikan bahwa intervensi gizi paling efektif kadang dimulai dari kunjungan sederhana penuh kepedulian.
Sumber: Kecamatan Bukit Batu
Palangka Raya · Kalimantan Tengah Direkam: Senin, 31 Agustus 2026 pukul 14.15