
OOTD, Inovasi RSUD Palangka Raya Deteksi Dini TBC
PALANGKA RAYA - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu ditangani secara serius di Indonesia. Salah satu kunci pengendaliannya adalah kecepatan dan ketepatan diagnosis. Semakin cepat pasien terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan bisa dimulai dan risiko penularan ke orang lain dapat ditekan.
Menjawab tantangan tersebut, Instalasi Laboratorium Mikrobiologi RSUD Palangka Raya menghadirkan inovasi bernama OOTD, Otomatis Order Tuberculosis Diagnosa. Berbeda dengan cara lama yang mengandalkan permintaan pemeriksaan secara manual oleh tenaga kesehatan, sistem ini bekerja secara otomatis. Begitu ada spesimen atau sampel pasien yang sesuai dengan indikasi klinis dan kriteria pemeriksaan TBC, sistem informasi rumah sakit akan langsung menghasilkan permintaan pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis tanpa harus menunggu input manual.
Dengan cara ini, peluang pemeriksaan TBC bisa lebih optimal dijalankan, sehingga mengurangi kemungkinan ada pasien yang sebenarnya perlu diperiksa tetapi terlewat. Selain mempercepat proses, sistem ini juga menekan risiko kesalahan administrasi atau human error dalam pengisian permintaan laboratorium, sekaligus memperkuat keterpaduan data antara unit pelayanan klinis dan laboratorium.
Manfaatnya cukup luas. Bagi tenaga medis, keputusan klinis bisa diambil lebih cepat karena hasil pemeriksaan lebih mudah ditelusuri secara elektronik, mulai dari permintaan hingga hasil akhir. Bagi pasien, ini berarti diagnosis lebih dini dan penanganan lebih cepat. Bagi masyarakat luas, inovasi ini mendukung upaya nasional percepatan eliminasi TBC yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, lewat peningkatan penemuan kasus dan penguatan surveilans berbasis laboratorium.
Melalui OOTD, RSUD Palangka Raya turut berkontribusi menekan angka penularan TBC di masyarakat sekaligus mewujudkan pelayanan laboratorium yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Sumber: Rumah Sakit Umum Daerah Kota Palangka Raya